Birthday - 생일
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh...
Selamat malam teman-teman, semoga kita selalu dalam lindungan Allah. Aamiin.
Kali ini kita membahas tentang hal yang disukai banyak orang. Apa itu? Sebuah hari yang dianggap spesial, sekali dalam setahun. Apalagi kalau bukan hari ulang tahun, ucapan Happy Birthday beserta kado dan hadiah lainnya.
Beberapa waktu lalu saya berulang tahun. Apa yang saya lakukan? Biasa aja! Tidak ada postingan 'Happy birthday to me", tidak ada ucapan apalagi kado. Karena saya memang tidak ingin ada yang tahu, bahkan saya ingin lupa tanggal ulang tahun itu. Kenapa? Bosan, unfaedah, dan saya tidak ingin mengulang hal bodoh gara-gara ulang tahun. Itu memalukan!
Tentu saja berbeda dengan kebanyakan orang, yang posting di sosmed mendoakan diri sendiri di hari ulang tahun. Hellowww.... Lebay! Ya dong, minta doa itu sama Allah, bukan dikasih tau ke semua orang. Kesannya, haus ucapan selamat ultah. Kasian gituh. Ya maaf kalau ada yang tersinggung, karena begitulah apa yang saya pikirkan bagaimanapun pembelaan kalian.
Sejak kecil saya tidak pernah merayakan ulang tahun. Semasa pertumbuhan, hanya teman-teman yang tiba-tiba kasih kejutan bawa kue dengan lilin diatasnya. Aawwww..... Kalau ingat itu malu sendiri. Geli! Apalagi di tempat yang banyak orang. SAYA TIDAK SUKA JADI PUSAT PERHATIAN!!!
Setelah waktu berjalan, saya akhirnya tahu kenapa saya berbeda dari mereka. Patokan keberhasilan, introspeksi, jejak baru, mimpi dan harapan saya, tidak terletak pada hari ulang tahun. Tapi kapan saja saya menyadari ada yang tidak beres dengan iman saya. Sok alim? Bukan. Ini pengakuan kalau saya sering melakukan kesalahan. Ketika merasa ada yang salah, istigfar sebanyak mungkin. Akhir-akhir ini, berkat rahmat Allah saya menyadari sebuah hal besar yang membuat diri ini bungkam.
Saya terlihat baik di mata orang lain karena Allah menutup semua aib saya
Saya juga punya aib, semua orang punya. Tapi Allah melindungi kita dengan ketidaktahuan mereka.
Kembali ke hari ulang tahun.
Bagaimana misalnya, jika kita dengan semangat menanti hari ulang tahun minggu depan dan bertekad bahwa mulai hari itu kita akan rajin shalat dan mengaji. Sungguh niat yang baik. Tapi ternyata sehari sebelum ulang tahun kita meninggal. Niat hanya tinggal niat, tidak terlaksana. Hanya karena menunggu, karena menjadikan hari ulang tahun patokan untuk berubah.
Nggak mau kan, teman-teman? Selagi masih ada waktu. Yang ingin dirubah, lakukanlah mulai sekarang. Jangan menunggu lagi.
Ngomong-ngomong, saat saya ultah ternyata ibu memberi kejutan dengan membawa kue tart sepulang beliau dari mesjid. Tercengang! Hahaha. Bukan hanya itu, ibu memberi sepasang gelang dan cincin emas, serta pertanyaan kapan saya akan bertemu jodoh dan menikah.
Sekian.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh


0 comments