Far From Home

by - Juli 14, 2019

Have you watch this movie?

I was. Hahahahahaha!!! 


Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.. 

Minggu yang menyenangkan. Saat saya semangat bėberes rumah dan bisa tidur pulas tanpa gangguan. Hahaha. 

Sehari sebelumnya saya dan teman-teman plesiran ke Sengkang demi nonton Spiderman - Far From Home. Sejak trailer pertamanya muncul, saya memang langsung menargetkan HARUS menonton film ini di bioskop. Why? I  love Spiderman of course 😊

Dari dulu hingga sekarang, hingga semua superhero bermunculan ke dunia fantasy kita. Hingga Avengers terbentuk, saya tetap menjagokan Spiderman. Dan sekarang, setelah nonton dapat apa saja? Banyak!

Spiderman, karakter superhero yang sangat genius menurut saya. Bukan tanpa alasan Tony Stark memilihnya dan percaya padanya. Terima kasih telah memilih aktor-aktor terbaik untuk memerankan tokoh Spiderman. Lepas dari itu, saya memang suka dengan karakter Peter Parker. Seorang anak SMA, pelajar yang usianya masih belasan tahun, karena sebuah kesalahan yang tidak disengaja, telah merebut seluruh masa remajanya. Dengan kekuatan yang ia miliki, keselamatan dunia ada di tangannya. Ia harus melindungi banyak orang. Ia harus mengorbankan banyak hal. Bukankah itu sangat tidak adil? 


It just character, but kita semua tahu kalau itu salah satu gambaran kehidupan seorang anak yang harus menanggung beban dunia di bahunya di usia yang masih sangat muda. Contoh kecil adalah anak-anak yang berjualan es keliling demi membiayai sekolah dan membantu ekonomi keluarga. Sangat berat dan menyiksa, tapi ia tidak punya pilihan selain melakukannya. Demikian juga Peter, bebannya sama dengan anak itu meski di level yang berbeda. Beban yang ia tanggung lebih besar seiring kekuatannya yang kian membesar. 

Dalam film, Peter sendiri merasa kalau kekuatan itu kutukan. Ia ingin kehidupan yang normal seperti teman-temannya. Tapi takdirnya sudah ditentukan, ia seorang spiderman dan ia seorang Avengers yang bertugas melindungi dunia. Ini film fantasy, science fiction yang sangat keren. Itu juga menjadi salah satu alasan kenapa saya lebih suka film dengan genre seperti ini. Menghibur, pesan tersirat, dan jelas ada ilmu di dalamnya. Except the kiss scene
Jika kamu Peter, apa yang akan kamu lakukan? 
Stress atau mungkin bertindak di luar batas. Tapi Peter tidak, ia hanya cemas, cemas, dan cemas. Tapi ia sadar kalau dirinya tidak bisa tinggal diam, ia harus bertindak. Seorang anak haruslah memiliki tekad seperti ini. Dan jangan lupakan insting.

Banyak sekali yang bisa diserap dalam film ini. Keraguan pada diri sendiri bisa membuat harimu kurang menyenangkan bahkan diselimuti ketakutan dan rasa cemas akan banyak hal. Tapi saat percaya pada diri sendiri, semua kegelapan itu hilang berganti keberanian luar biasa. 

Kita juga tidak bisa langsung percaya pada seseorang yang baru dikenal. Yang dikenal cukup lama saja mampu berbohong, apalagi yang baru. Penampilan bisa menipu, semakin baik seseorang terlihat maka semakin pantas dia dicurigai - Ai Haibara (Detective Conan) 😊


Jadilah spiderman dalam hidupmu. Ketakutan dan rasa cemas adalah hal wajar yang bisa dirasakan semua orang. Tapi pilihan ada pada kita, ingin terus seperti itu atau berdiri tegar menghadapinya. Keinginan Peter untuk melindungi teman-temannya dan bertanggung jawab atas barang pemberian orang lain bukanlah hal mudah. Karena ia harus mengorbankan perasaannya. Dalam film The Amazing Spiderman, kamu pasti tahu kalau Peter lebih menderita. Untuk melindungi seseorang yang kamu cintai, kamu tidak harus jadi pacarnya. Peter bahkan harus menjauh dari orang yang ia cintai demi keselamatan mereka. Pengorbanan yang sungguh tidak mudah, namun harus.

OK. By the way... Bisa kita Bahas Mysterio sebentar?

Can you see something? 
Yap! Di sana ada logo iluminati, bentuk segitiga dengan mata ditengahnya. It's Dajjal???. Entah sengaja atau tidak, mengerti atau tidak, kru produksi memilih logo itu untuk film ini. Bahkan saya melihat dengan jelas, salah satu mata itu berkedip. Astagfirullah.... 



Note :
Semua foto dari google

You May Also Like

0 comments