Love Letter
Dari Diriku Yang Sekarang Untuk Diriku di Masa Depan
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Kamu pasti menjawabnya dengan sama semangatnya. Bagaimana perjalanan hijrahnya? Lancar? Semoga saja demikian.
Saat menulis ini, kamu sedang memikirkan waktu yang terus berlalu tanpa ide bagus untuk menulis bukumu selanjutnya. Pikiran kamu benar-benar buntu. Belakangan kamu menyadari kalau mungkin penyebabnya adalah hatimu yang tidak merasakan apapun. Jatuh cinta atau sebaliknya, patah hati. Dua hal ini (berdasarkan pengalaman) adalah pendorong ide-ide mu bermunculan ke permukaan. Tanpanya, ya seperti sekarang. Tidak ada pergerakan.
Meskipun sudah lebih setahun berniat hijrah dari kpop, kamu masih senang dengan mereka. Kalau dulu kamu bisa merelakan Myungsoo, awal tahun ini kamu merelakan Jongdae, dan kamu jatuh lagi pada Wonwoo. Nonton drakor juga masih sering, tapi kini jelas perbedaannya. Durasi nonton tidak seekstrim dan sesering dulu. Ada perubahan. Cieeee.
Sekarang masih kondisi pandemi Covid-19. Sudah beberapa bulan kamu tidak ke Makassar. Kamu merindukan kota itu terutama Gramedia dan Mr. DIY yang membuatmu betah berlama-lama meski tidak membeli apapun.
Sejak Juli kemarin, kamu kembali aktif ikut kelas memanah. Dalam hati kamu ingin tampak keren karena panahan adalah sunnah yang tidak semua teman-temanmu bisa lakukan. Alasan lain sebenarnya selain ingin seperti Princess Merida adalah kamu yakin kalau olahraga panahan adalah olahraga yang melatihmu untuk fokus, berserah, dan berani. Terutama pada diri sendiri. Bagi kamu, lawan paling tangguh dalam panahan adalah diri sendiri.

0 comments