Review Drama All Of Us Are Dead

by - Februari 03, 2022

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh


Salah satu yang ingin saya lakukan tahun ini adalah mereview drama, film, dan buku yang saya nonton dan baca. Selain untuk melatih daya ingat, juga untuk komporin isi kepala biar punya ide untuk nulis buku lagi. Hehehe.

Sebelum memulai, saya sampaikan dulu kalau review saya adalah berdasarkan apa yang saya ingat dan sukai dari drama ini. Jadi mungkin agak random dan berantakan. Hihi.


Poster di atas adalah judul drama pertama  yang akan saya review tahun ini. 지금 우리 학교는 (Baca : Jigeum uri hakgyeo neun) yang mendunia dengan judul All Of Us Are Dead (AOUAD) yang tema utamanya adalah zombie.

Berbeda dengan film korea sebelumnya seperti Train to Busan dan Peninsula, drama Happiness, dan milik netflix sendiri yaitu Kingdom, AOUAD bercerita tentang penyebaran virus yang dimulai dari sebuah sekolah menengah atas.

Drama ini dimulai dengan opening perisakan seorang siswa laki-laki oleh teman sekolahnya. Karena tidak tahan lagi, ia mencoba melawan dan menyebabkan tubuhnya terlempar dari atap gedung. Dan ternyata, siswa tersebut adalah anak dari seorang guru Sains di sekolah yang menjadi awal semua cerita ini, SMA Hyosan.

Guru sains tersebut mengambil jasad anaknya dan membawanya pulang untuk diberi suntikan berisi virus yang ia buat sendiri dan berharap bisa menghidupkan anaknya kembali.

Guru sains yang misterius, tidak pernah senyum, bahkan ada rumor kalau baunya seperti mayat busuk. Pada hari kejadian, sejumlah siswa piket membersihkan ruang sains dan salah satu diantara mereka tertidur. Saat ingin keluar ia mendengar sesuatu dan mencari tahu. Ternyata itu adalah ulah seekor hamster kecil yang dikurung si dalam kandang. Ia berusaha mencari perhatian hamster itu tapi tidak digubris, jadi dia memasukkan jarinya ke salah satu lubang kecil di kandang, dan ia digigit sampai tangannya berdarah. Guru sains yang baru tiba menyadari apa yang terjadi dan menyekap siswi itu. Seharusnya virus itu berhenti di sini.

Tapi keesokan harinya siswi tersebut dicari oleh gurunya tapi tidak ada satupun yang tahu. Hingga siswi itu kembali ke kelas dalam keadaan kejang dan dibawa ke UKS. Di sana ia meronta lagi dan petugas UKS memberi obat penenang sampai harus digigit. Korban pertama. 

Siswi tersebut kemudian dibawa ke rumah sakit yang kita tahu akan membuat masalah bertambah besar. Petugas UKS mulai merasa ada yang aneh dan perlahan ia berubah. Ia menyerang siapapun yang ia lihat sampai menabrak tembok. (Gila! Netflix keren banget bisa bikin drama ini. Adegan menabrak dinding itu sangat berkesan!). Dari perawat inilah virus zombie mulai menyebar ke seluruh sekolah. Siapapun yang digigit berarti telah terinfeksi virus dan pasti akan berubah jadi zombie.

Semua orang berusaha menyelamatkan diri, tentu saja! Dan terbentuklah sekelompok remaja yang akan menjadi fokus utama drama ini. Perjuangan mereka untuk terus hidup dalam suasana yang sangat mustahil.





Sejak anak-anak ini bertemu, sudah muncul berbagai ketidaknyamanan karena perbedaan pendapat. Pokoknya ada yang ngeselin banget! Ada yang care banget, ada yang bucin banget. Seru!!!

Drama ini tentang bertahan hidup, selagi menunggu pertolongan tiba. Antara pasrah dan sedih, mereka mulai jujur. Masing-masing dari mereka memiliki masalah, amarah, dan penyesalan terutama orang tua yang selama ini selalu dibantah dan diabaikan kata-katanya. ( Disini jadi berkaca sendiri, kita mungkin sama dengan anak-anak ini).

Selain itu juga ada pengorbanan yang tiada tara. Heran ya, drama yang harusnya menegangkan ini, malah sering bikin nangis. 박수!!!

Adegan yang saya suka adalah yang di perpustakaan. Gilaaaaa, ruangan seluas dan serapi itu dibikin berantakan.



Belum lagi pintu kelas dan jendela yang digeser. Kok saya jatuh cinta sama pintunya. Haha. 

Selain itu juga ada lapangan yang luaaaaaasss sekali. Di korea, lapangan sekolah-sekolah memang seluas itu ya? MasyaaAllah. Sekarang saya tahu kenapa di drakor mereka langsung mengeluh saat dihukum lari keliling lapangan. LUAS!

NAH yang ini penting, ada tim panahan juga. Saya kan suka panahan, keren aja bisa lihat panahan di drakor. Mereka pakai recurve sama compound. Nuna pasti cape tuh bawa compound sambil dikejar zombie, Fyi compound berat loh. Dan ada satu informasi penting di sini. Jika skor mereka tidak masuk dalam skor 100 nasional, artinya mereka 'gagal' dalam artian sebagai atlet. Tapi nyatanya gak bisa diterima di PTN juga bahkan swasta! Kelewatan gak tuh? Semoga saya salah paham. Karena kalau memang benar, mungkin ini salah satu penyebab tingginya kasus bunuh diri di Korea Selatan.




AOUAD juga menyelipkan kisah cinta remaja yang ringan tapi hangat. Mereka masih sangat muda, tapi berpisah dengan orang yang mereka cintai dalam suasana yang sangat sulit untuk dijelaskan, bukanlah hal yang mudah dilupakan. Pasti sakit.

Terima kasih Netflix
Terima kasih para cast
Terima kasih penulis
Terima kasih para staf di belakang layar

Kalian membuat awal tahun ini semakin bersemangat!!!

Dan satu lagi, terima kasih telah menerima Park Solomon dalam proyek ini. Saya sudah menyukai aktingnya sejak di Revenge Note. Ini seperti hadiah luar biasa, bisa melihatnya kembali berakting dalam proyek besar. Tolong beri dia banyak kesempatan. 

Sekali lagi, terima kasih Netflix atas foto-fotonya.


Foto by : @Netflixkr

You May Also Like

0 comments