Krisis Teman
Kasian banget sih...
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh...
"Dear, kamu baik-baik saja?"
"Tidak," jawabku.
Yes, I'm not okay!
Waktu terus menunjukkan sisinya yang paling keren, tak terhenti, dan tak terkalahkan. Waktu menyeret apapun yang dijumpai termasuk usia dan keadaan. Semua berubah, semua tak sama seperti dulu. Seperti kata Baek Yi-Jin (Twenty five Twenty one),
Hal yang kupercayai adalah gravitasi, hanya itu yang tidak berubah bagaimanapun waktu berlalu
Demikian dengan saya, walau tidak kepikiran sama sekali akan menjawab 'gravitasi' tapi saya mengakui bahwa waktu benar-benar berkuasa. Adalah Allah pemilik segala. Dia yang menjadikan setiap detik itu berharga.
Lihatlah sekarang, saya merasa tidak memiliki teman. Merasa ditinggalkan. Merasa di belakang sekali, seorang diri, saat teman-teman sudah meraih tali atau batang kokoh untuk bertahan. Saya masih diam ditempat seperti belum melakukan apa-apa. Kini saya sadar kenapa menulis itu penting. (Sebagai pengingat, atau catatan apa saja yang terjadi dan apa saja yang telah dilalui).
Ternyata, saya tidak punya banyak teman. Jumlah orang yang bisa dibilang teman bisa dihitung jari. Itupun, tempatnya jauh sekali. Sekarang terasa banget betapa tidak gaulnya saya.
Sirkel tempat saya bergaul sekarang adalah lingkup panahan. Dan ternyata di luar itu, orang yang katanya teman begitu meremehkan pilihan saya. Mungkin maksudnya bercanda, tapi menurut saya orang dewasa tidak akan menyakiti perasaan orang lain dengan candaan seperti itu. Mungkin memang hanya bercanda, tapi kok saya emosi?
Tapi bacaan saya hari ini (Bumi Cinta) membuat saya melihat hal itu dari sudut lain.
Dia bilang begitu karena dia tidak tahu apa-apa, jadi tidak perlu marah
Nice!
Benar sekali kalimat itu. Karena saya pernah tidak tahu apa-apa seperti itu. Jadi yasudahlah...
Sekarang saya makin betah dirumah. Mau keluar, gak ada teman. Pokoknya sekarang saya paling merasakan itu. Krisis teman, merasa sendiri, kesepian.
Makanya sekarang saya menyibukkan diri di dunia nyata. Hentikan pemakaian ponsel berlebih, sibukkan dengan kegiatan yang membuat otak terus bekerja dengan baik.
Good night...
Semoga kamu dapat teman, kalau bisa yang akan menemani ke surga. Yang menggenggam tanganmu dan melindungimu. Yang menatapmu dengan penuh rasa syukur. Yang tersenyum setiap melihatmu.
Pokoknya yang menerimamu apa adanya dan mencintaimu nomor tiga setelah Allah ta'ala dan ibunya.
Amin.


0 comments