Berkenalan Dengan Bumi Cinta

by - Maret 01, 2022



Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Selamat datang bulan Maret, bulan depan kita puasa!!!

Ya Allah sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan. Amiin
Sebenarnya mau review buku, tapi gak bisa. Jadi tulis yang terlintas saja, karena buku ini jelas membuat hati bergetar karena bangga terlahirdi keluarga islam, sekaligus malu karena pengetahuan tentang islam dan sejarahnya masih sangat dangkal.

Saat menulis ini, tangan saya gemetar....lapar. Hehe.

Okay, sebenarnya saya baru saja menamatkan buku Bumi Cinta yang ditulis oleh Habiburrahman El Shirazy dengan bahasa yang sangat indah.

Adalah Muhammad Ayyas, seorang pria berdarah Indonesia yang sedang mengumpulkan data riset penelitian S2 tentang sejarah kehidupan Islam pada zaman Stalin di kota Moskwa, Rusia.

Kedatangannya di Moskwa, murni untuk penelitiannya. Tapi ujian datang silih berganti. Awalnya karena Devid, sahabatnya yang islam KTP menemukan tempat (apartemen) untuknya yang mengharuskan Ayyas satu atap dengan dua orang perempuan bukan mahram. Keduanya tidak mengakui Tuhan dan memandamg rendah agama Islam. Mereka adalah Yelena dan Linor.

Yelena adalah perempuan yang bekerja sebagai PSK papan atas tapi merasa tidak menjadi manusia dengan pekerjaannya itu. Ia ingin berhenti, tapi tidak tahu bagaimana caranya. Sedangkan Linor adalah seorang jurnalis yang ternyata adalah seorang Zionis. Ia membenci Islam dan ingin membinasakan mereka semua.

Profesor yang seharusnya membimbing Ayyas untuk riset penelitian, harus berangkat ke Istanbul cukup lama. Jadi ia mengutus asistennya untuk menggantikannya membimbing Ayyas. Di sinilah ujian Ayyas selanjutnya. Doktor Anastasia Palazzo, yang cantik, cerdas, dan segala kelebihannya. Bukan hanya Ayyas, Anastasia juga sebaliknya, ia mengagumi Ayyas dan cara berpikir pria sederhana itu. Hingga timbul getaran dalam hati keduanya. Dan itu membuat Ayyas terus beristighfar.

Tiga perempuan ini yang menjadikan hidup Ayyas di Moskwa tidak biasa. Ia tanpa sengaja melihat aurat Yelena karena berpakaian minim di ruang tamu saat ia pulang ke apartemen, juga memergoki Linor yang berzinah di ruang tamu bersama pacarnya yang kemudian Linor buang, dan Anastasia yang mencium pipinya di depan umum sampai Ayyas marah dan tidak mau bertemu dengan Anastasia selama beberapa hari.

Bukan hanya sekali itu, di lain waktu Linor juga nekad masuk ke kamar Ayyas, merayu dan ingin 'berduaan' dengannya yang membuatnya ditotok hingga pingsan, dan berakhir terbangun tanpa bekas sentuhan Ayyas sedikitpun di tubuhnya, di lantai ruang tamu. Bukannya malu, ia justru sangat marah.

Sepanjang cerita, Ayyas berjuang menjaga keyakinannya, nafsunya, karena dikelilingi wanita yang secara umum pasti akan disukai laki-laki manapun. Dan cara perlindungannya hanya satu, dengan mengingat Allah. Shalat dan membaca Al Qur'an.

Setelah perkelahian Ayyas dengan pacar Linor, yang ternyata kaki tangan bos mafia, Ayyas tidak tahu bahwa Linor telah membuang mayatnya. Dan ia sama sekali tidak tahu kalau Linor adalah seorang Zionis yang sudah membunuh banyak muslim dan kini ia beserta komplotannya sedang menyusun rencana peledakan bom dan berencana membuat Ayyas menjadi tersangka.

Yelena sempat hampir meninggal jika tidak diselamatkan oleh Ayyas dan seorang wanita tunawisma. Ia disiksa dan dibuang dipinggir jalan yang sepi, diatas tumpukan salju yang dingin, oleh tiga orang laki-laki yang bersamanya. Saat itulah, Yelena pertama kali menyadari keberadaan Tuhan. Tuhan itu ada dan mendengar doanya saat ia dalam keputusasaan yang paling tinggi. Yelena kehilangan daun telinga akibat peristiwa itu, dan perlahan mulai menerima keberadaan Tuhan. Linor yang juga ikut membantu ikut tersentuh, tapi pemikiran Yahudi yang ia miliki membuatnya tetap pada pendiriannya bahwa Tuhan itu tidak ada.

Tanpa sepengetahuan Ayyas, alat dan bahan perakit bom dimasukkan ke kamarnya oleh Linor. Dan untungnya, saat ledakan bom terjadi, Ayyas sedang melakukan siaran langsung di salah satu channel TV Rusia bersama Anastasia sebagai narasumber. Kemampuannya menjelaskan Islam dengan luar biasa menarik dan bahasa yang mudah dipahami membuat Ayyas dikenal banyak orang dan diundang ke acara tersebut. Alibi tersebut membuatnya terbebas dari tuduhan yang direncanakan Linor dan teman-temannya. Profesor dari kampus, didampingi Anastasia, juga duta besar KBRI serta masyarakat yang menonton acara TV, bahkan pihak stasiun televisi, membela Ayyas. Allahuakbar, Allah Maha Besar. Sampai di sini, pertolongan Allah nyata sekali.

Setelah membaca lebih dari setengah halaman dalam buku ini, kisah-kisah yang membuat air mata berderai, telah dimulai. Dimulai dengan kisah Linor yang ternyata tidak setetespun darah Yahudi mengalir di tubuhnya. Yelena dan perjuangannya untuk lepas dari orang-orang dan pekerjaan yang sangat ingin ia tinggalkan dan menjadi manusia terhormat. Dan Devid yang tiba-tiba datang menemui Ayyas dan berkata ingin tobat, hingga berniat menikah. 

Lalu bagaimana dengan Ayyas? Apakah dia menemukan wanita yang bersamanya akan ia genggam tangannya ke surga?

Maaf, tidak bisa spoiler. 
Karena buku ini berhasil menyentuh jiwa yang sedang rapuh dan banyak dosa ini.

Ya Allah,  jadi pengen yang kayak Ayyas. Saya memang suka pria sopan, cerdas, tampan, dan kaya. Tapi sepertinya, pria sederhana yang galau karena telat shalat subuh jauh lebih menarik.

Saya merasa beruntung sekali bisa membaca buku ini saat iman saya berantakan dan saat ini sedang kuliah S2. Menjadi lebih semangat kerja tesis dan membaca lebih banyak. 

Dan juga saat ini Rusia sedang berperang dengan Ukraina. Padahal di Buku ini diceritakan damainya kedua negara tersebut.

Ya Allah, lindungi kami. 

You May Also Like

0 comments