Bising dan Berantakan
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Saya terjebak dalam kebisingan pikiran sendiri.
Saat berusaha melihatnya, ternyata ada banyak sekali dan berserak berantakan. Saya harus menatanya tapi seolah ada yang menghalangi. Seolah tubuh saya tidak bisa digerakkan. Mungkin itu perlunya saya memperdalam ibadah. Gak ada lagi yang bisa menolong kecuali Allah.
Jika saya bermain hp, waktu akan lewat selama beberapa jam dan hal lain jadi tertunda. Ini terkadang membuat saya sendiri kesal. Tidak bisa lepas dari benda ini membuat saya tersiksa. Mau dijual tapi masih butuh, banget malah!!! Karena masih kuliah online. Bukan cuma zoom, tugas dan proposal juga dikirim via email yang semuanya bisa dilakukan di hp. Smartphone, kamu sungguh menguasai dunia saat ini.
Sebenarnya ada banyak hal yang ingin saya tulis, tapi kadang hanya beberapa kalimat saya kembali menghapusnya. Tidak ingin melanjutkan. Saya takut orang lain tahu apa yang saya rasakan.
Ah, itu masalahnya. Saya takut dengan tanggapan orang. Sejak kapan saya menjadi sepenakut ini? Memangnya kenapa kalau orang lain tahu? Toh, bukan mereka penulis skenario hidupmu!
Yeah, saya harus lebih berani. First, tinggalkan zona nyaman. Dan minggu lalu sepertinya saya menemukan tempat yang asyik untuk menulis. Perpustakaan. Di sana tidak ada yang mengenal dan berpotensi mengganggu. Sibuk dengan urusan masing-masing, dan saya merasa nyaman di sana. Ditambah lagi karena mushallah ada di dalam perpustakaan, rasa khawatir saya langsung hilang.
Semoga setelah ini, satu persatu kebisingan itu hilang atau setidaknya bisa berderet beraturan dengan rapi di dalam kepala.
Ternyata benar, menuliskan masalahmu bisa membuat perasaan lebih baik dan legaa.


0 comments