Shalat Tarwih Hari Pertama

by - April 02, 2022

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dan
Selamat menjalankan ibadah puasa

Hari ini sangat luar biasa. Pagi saat saya menata pot bunga, Yuki mengajak saya ke LuKa (Luppereng Kajao'e). Salah satu wisata alami dengan bebatuan yang tersusun apik. Dengan modal nekad, kami ke sana bermodal maps. Tiba di titik lokasi, ternyata kami belum tiba di tempat yang ingin dituju. Panas, hutan, jalanan jelek, dan tidak ada sinyal.

Beruntung ada dua orang anak yang mau ke tempat yang sama. Dan kami jalan kaki bersama mereka ke tempat itu.

Taraaaa.... Kami tiba. Tidak sekeren yang dibayangkan, tapi tidak buruk juga. Hmm...mungkin karena air sungai kurang deras, makanya tidak terlalu bersemangat. Tapi pantaslah dijadikan tempat piknik. Di sana juga bisa mandi, tapi kami tidak bawa baju mandi. Ya sudah, foto-foto saja.

Pulang dari sana, capek dong. Lapar, dan ingin istirahat. Tapi adaaaa saja cobaan dan saya tidak sempat makan sampi magrib tiba. Saya makan bersama ibu dan menanti Yuki pulang dari dokter gigi.

Malam setelah isya, saya dan Yuki ke mesjid untuk tarwih pertama. Di depan pintu masuk ketemu Fauzan, setelah lama tidak berjumpa. Tiba di dalam mesjid, ternyata penuh. Hahaha. Saya tidak pakai masker, dan menjadi tontonan semua orang (atau cuma perasaan aja).

Setelah mendapatkan tempat duduk, akhirnya dengar ceramah, ngantuk? iyya, capek? banget. Tapi ini tarwih pertama loh, saya tidak mau ketinggalan. Dan tibalah saatnya shalat tarwih. 

Mendengar suara imam yang fasih melantunkan ayat suci Al Qur'an, membuat dada saya bergetar. Imam ini adalah santri dari salah satu pesantren di luar kota, saya kurang tahu juga info tentang beliau. Tapi bacaannya bagus sekali. Jelas dan yang paling disukai para makmum adalah dia memilih ayat-ayat yang pendek. Jadi delapan rakaat bisa selesai tanpa mengantuk sama sekali (atau cuma saya yang begini).

Lanjut shalat witir 3 rakaat. Ganti imam dong. MasyaaAllah, lantunannya lebih merdu. Saat itu saya sadar, saya lemah dengan orang yang melantunkan ayat-ayat Allah dengan indah. Bismillahirrahmanirrahim saja terdengar sangat indah, belum dengan surah lainnya. Dan lagi, imam memimpin shalat witir dengan membaca surah-surah dalam juz 30. Jadi, saya yang hafalannya bahkan belum lancar di juz 30, sedikit banyak bisa mengenal dan mengikuti apa yang dibaca oleh imam.

Keren. 

Itu kesimpulan saya untuk tarwih malam pertama di mesjid dekat rumah. Baru kali ini tarwih bukannya mau cepat-cepat pulang, malah ingin nambah. Besok-besok kalau ada yang lanjut 20 rakaat, saya mau ikut ah. Kapan lagi telingamu dimanjakan suara merdu itu? Siapa tau aja bisa jodoh dengan orang yang bacaannya seperti itu. Kan seru kalo berjamaah di rumah, dan yang jadi imam suaranya seperti beliau.

Mmm...saya cuma dengar suaranya yah. Tidak tahu sama sekali rupa dan asalnya dari mana. Kalau saya melihatnya sampai ramadhan berakhir, saya akan menceritakan kesan saya saat tahu itu dia.

Sudah ya, mau tidur. Besok sahur pertama.
Selamat bersenang-senang ❤️

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

You May Also Like

0 comments