Bertemu Bidadari-bidadari Surga - Tere Liye (2008)

by - Mei 19, 2022



Buku ke 3 yang ditamatkan tahun ini.
Semalam baru selesai baca Bidadari-Bidadari Surga karya penulis andalan, Bang Tere 🤭🤭
Buku ini sudah terbit lama sekali, tapi baru sempat dibaca.

Alurnya maju mundur sana sini, jadi harus dibaca dalam keadaan sadar ting ting 😂

Openingnya cuma beberapa paragraf, yang menjadikan awal dari seluruh rangkaian cerita. Kisah tentang seorang sulung yang mengorbankan cita-cita dan masa mudanya untuk adik-adiknya, untuk bakti pada kedua orang tua, untuk kesejahteraan kampungnya.
Yang saya suka dari Tere Liye, tokoh utama tidak selalu good looking🤭 nama tokohnya juga unik, Laisa, Dalimunte, Wibisana, Ikanuri, Yashinta. Lima anak dengan kisah menakjubkan dan penghargaan besar pada orang-orang terkasih dan pandangan luas tentang hidup.

Siapkan tisu sebelum membacanya. Karena sampai akhir, kisah mereka benar-benar mengharukan.


Si Sulung (tersayang)
Saya tulis demikian karena tokoh Laisa adalah asal semua keberkahan yang terjadi dalam keluarga ini. Alasan kesuksesan adik-adiknya, alasan meningkatnya kesejahteraan kampungnya. Tubuhnya pendek, kulit hitam, rambut gimbal, berbeda dengan adik-adiknya. Selalu marah dan memukul jika adiknya nakal atau bolos sekolah. Tapi dia amat menyayangi mereka hingga rela mengorbankan sekolah dan masa mudanya demi menjanjikan hidup yang lebih baik untuk adik-adiknya.

Dalimunte (anak kedua)
Anak yang kaku tapi cerdas, berkat Laisa ia bisa menyampaikan idenya membangun kincir air untuk mengairi ladang di kampung. Setelah dewasa ia berhasil menjadi profesor yang dikenal seluruh dunia berkat penemuan dan penelitian-penelitian yang luar biasa. Ia memiliki istri bernama Cie Hui yang hampir ia lewatkan karena sebuah pertimbangan penting, tidak ingin melangkahi kak Laisa. Dan putri bernama Intan yang secerdas ayahnya.

Wibisana (anak ketiga) dan Ikanuri (anak ke empat)
Kenapa saya menulisnya ditempat yang sama? Karena mereka seperti kembar. Hampir semua tentang mereka sama kecuali perbedaan usia 11 bulan. Mereka adalah yang paling nakal dan sering bolos sekolah, makanya lebih sering kena semprot kak Laisa dan Mamak. Mereka benci sekali pada Kak Laisa dan mengatakan hal menyakitkan, tapi akhirnya mereka menyadari itu salah dan sangat menyesal.

Yashinta(bungsu)
Gadis cantik yang mewarisi kecerdasan Dalimunte dan sifat keras kepala Wibisana dan Ikanuri. Dia paling benci jika ada yang mengolok-olok kakaknya, Laisa. Karena baginya mau bagaimanapun wajah dan kulit kak Laisa, ia tetaplah kakaknya. Ia marah sekali pada petugas administrasi di sekolah saat mendaftar masuk SMP. Ia tidak mau sekolah disana karena mengira Laisa adalah pembantunya. Ia tidak suka ada yang menghina kakaknya. 

Saya gak ceritakan lengkapnya, gak sanggup nangis. Hehe. Ini adalah kisah mengharu biru yang sangat-sangat indah. Ingin rasanya berkunjung ke kebun strawberry di Lembah Lahambay

You May Also Like

0 comments