Terima Kasih 수고했어요

by - September 13, 2022



Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Apa kabar hati?
Semoga sehat ceria istiqomah
Amin.


Beberapa hari terakhir saya stres gara-gara seminar proposal yang tidak berjalan sesuai harapan. Saya benar-benar jatuh, belum lagi pikiran-pikiran negatif yang tidak mau pergi. Rambut rontok banyak sekaliiii 😭😭

Sempat curhat ke teman-teman, mau nangis tapi gak bisaaaa, bahkan keluar kalimat, "Tidak mau lagi kuliah. I'm done. Mau berhenti saja!"
See? I'm not okay. Benar-benar butuh teman untuk berbagi resah, tapi apa boleh buat? Ternyata saya tidak punya teman. Mereka jauh dan yang saya butuhkan adalah yang bisa ditemui fisiknya. Jadi berlalulah hari penuh kegalauan tanpa ditemani siapapun. Kesian...

Siapapun kamu, kamu pasti butuh teman walau hanya sekedar duduk mendengarkan apapun isi kepalamu.

Pokoknya merasa paling bodoh sekunci-kunci dunia! Insecure banget!

Untung ada teman yang video call, dan pembahasannya menarik. Jodoh! Hahaha. Di usia kami, topik pembicaraan ini sangat menarik. Tentang ghosting, kenalan, ta'aruf, menikah, pria, berondong, lebih tua dari umur kami, kaya, PNS sampai honorer juga dibahas. Tapi pembicaraan itu tetap tidak bisa menghapus gelisah tentang seminar sebelumnya.

Sampai hari selanjutnya, saat scroll story teman. Ough, tertampar sendiri. Saat pikiran saya penuh sesak oleh kehidupan kampus, ada seorang teman yang diuji dengan kehilangan seseorang yang sangat berharga, bapak. Sedih. 

Nah, sekarang pilih mana? Diuji dengan sulitnya dunia kampus atau kehilangan? Gak, saya tidak berani kehilangan lagi. Sudah terasa sebelumnya, sakitnya luar biasa hebat. Waktu ayah pergi untuk selamanya, dunia saya seolah runtuh. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Bagaimana hidup kami? Bagaimana sekolah kami? Bagaimana dengan adik-adik? Bahkan mengurus diri sendiri saja belum bisa. Apa?? Ibu sosok yang sangat kuat yang bisa menjadi sandaran sampai sekarang. Terima kasih ya Allah. Maafkan hambaMu ini yang masih sering lupa bersyukur.1

Jadi please Allah, jangan timpa hambaMu ini dengan ujian berupa kehilangan.

Untuk dia, mereka, yang sedang berjuang menghadapi kehilangan, semoga kuat sampai akhir. Terima kasih selalu bertahan walau kami tahu itu berat. Terima kasih telah berusaha dengan sangat keras dan gemilang. Tuhan pasti membalasnya. Pasti. Allah tidak pernah inkar janji.

 

You May Also Like

0 comments