HIMATEPA UH

by - Februari 27, 2015

Di tempat saya berada saat ini, sepanjang hari sangat cerah. Sejuk, sepoi, menyenangkan. Tapi lagi-lagi ada yang membuat mood berubah drastis. Di sini saya harus belajar banyak, belajar menerima dan ikhlas melepaskan apa yang memang bukan untuk saya.

Tiba-tiba saya ingat dengan mereka. Mereka yang dulu selalu menemani, diminta atau tidak, selalu ada. Siapa lagi kalau bukan mereka di Himatepa. Himpunan Mahasiswa Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin (HIMATEPA UH) adalah sebuah lembaga kemahasiswaan di Unhas yang telah memberi banyak hal bagi saya. Teman, kakak, adik, yang luar biasa hebat. Saya tidak menyangka bisa mengenal orang-orang seperti ini.

Pertama kali terdaftar sebagai mahasiswa Teknologi Pertanian, saya tidak berminat sama sekali bergabung di Himpunan. Pertama karena semua senior menjengkelkan, rese', dan sok berkuasa. Kedua karena saya memang tidak tertarik. Apapun yang berbau himpunan selalu saya hindari. Saya justru bergabung di UKM Fotografi dan Ikatan Mahasiswa Pelajar Soppeng. Tapi tidak terlalu aktif. Hingga akhirnya keluar SK dari Himpunan bahwa angkatan saya menjadi panitia kegiatan OPKL (Orientasi Pengembangan Kemampuan Lapangan), dan nama saya tercantum di dalamnya. Sejak saat itu, saya mulai bergabung di Himatepa. OPKL berhasil menarik perhatian saya, dengan semangat membara dari teman-teman akhirnya saya tertular dan kegiatan ini sukses besar. Sudah saya katakan, saya punya teman-teman yang hebat!

Sekretariat di Himpunan tidak terlalu besar, namun cukup untuk menampung semua peserta rapat setiap kali ada rapat yang bersifat tertutup. Jika dalam skala besar, bisa dilakukan di pelataran Himatepa. Dengan terpal biru, semua bisa dibicarakan. Rapat Triwulan, Laporan Pertanggungjawaban, diskusi, bedah buku, dan semacamnya.

Menjelang sore, biasanya laki-laki akan bermain futsal, dan yang perempuan meneriaki setiap atraksi lucu yang mereka lakukan. Seperti terpeleset, bola menghantam wajahnya, atau kepalanya bertubrukan. Penuh canda tawa, ceria. Mereka yang hanya menonton biasanya meneriaki dengan lelucon yang jelas menggganggu konsentrasi mereka yang bermain. Jika bola masuk, tim yang kalah akan ganti pemain, begitu peraturannya. Tidak peduli mau panas atau hujan, berdebu atau becek, aktifitas ini tetap berjalan selama jumlah pemain cukup.

Acara makan bersama, biasa terjadi ketika ada yang wisuda atau ada acara khusus seperti HUT HIMATEPA. Tapi jika hari-hari biasa hanya cukup memasak nasi dengan rice coocker di gazebo, dan lauknya beli di workshop dengan uang hasil patungan. Kadang juga diadakan masak-masak bersama, seperti 'kapurung' yang membuatnya setengah mati tapi habis dalam sekejap. Hahaha. Untuk anggota Himatepa, hanya makan dan berfoto yang bisa membuat mereka diam.

Untuk berbagai istilah lucu, mungkin disini juga saya baru mendapatkannya. Laki-laki biasanya menyebut diri mereka gagah, keren, cool, tapi di Himatepa, istilah yang paling sering mereka pakai adalah tampan. Segala yang terjadi di media sosial khususnya facebook sering membuat kehebohan di Himpunan. Satu foto aneh yang diupload akan mengundang komentar dari sejuta umat. Dan si korban lagi-lagi akan mendapat 'sambutan' ketika menginjakkan kaki di Himpunan. Meski itu hanya bercanda tapi ini latihan mental yang cukup baik. Yang bertahan di Himpunan biasanya mereka yang tahan banting saat mendapat celaan. Saya pernah menangis karena dibully berkali-kali. Tapi saya tidak dendam karena sadar mereka hanya bercanda dan saya MEMANG cengeng.

Tentang prestasi, tidak usah dibahas karena prestasi mereka akan terus bertambah dan semakin berkembang dengan ide-ide segar. Agritech Exhibition yang saat ini dalam proses telah mencetak prestasi besar karena melakukannya dalam skala nasional tahun lalu. Kegiatan ini dihadiri berbagai Universitas dan Sekolah Menengah Atas di seluruh Indonesia. Awalnya, ide ini dari almarhumah teman angkatan saya Vivin Suryati. Beliau pasti bangga sekarang adik-adiknya bisa menjalankan ide yang ia buat hingga seperti sekarang.

Masalah? Tidak akan ada yang bisa lepas dari ini. Dari internal dan eksternal pasti ada, tapi sejauh ini selalu bisa dilalui. Meski dengan susah payah tapi selalu berhasil. Karena mereka bukan orang biasa. Adik-adik yang kini menjalankan amanah sebagai pengurus, semoga bisa melaksanakan tugas dengan baik. Saya tunggu jadwal pemberangkatan OPKL. Entah bagaimana nantinya, saya harus ikut.

Jaya Teknologi!
Jaya Teknologi!
Jaya Teknologi!

Tekpert.tekpert.tekpert!!!!

You May Also Like

0 comments