Santainya Mengurus Skripsi

by - Februari 14, 2015

Jangan khawatir, jangan cemas, jika teman-teman kalian sudah sarjana tapi kalian belum. Santai saja, karena saya juga pernah di posisi itu.

Akhir Agustus 2011 lalu, ketika KKN usai, pengumuman pengajuan pembimbing sudah keluar. Saya menghadap ke pembimbing dan beruntung kedua pembimbing saya baik dan mudah menemui mereka. Oke, tahap awal dimulai.

Merasa akan sangat membutuhkan laptop, saya meminta agar ibu saya membelikan laptop karena punya saya sudah rusak sebelum berangkat KKN. Berhasil. Tapi laptop biru dengan keyboard putih 'unyu-unyu' itu error entah bagaimana. Jadi harus dibawa ke tempat servisnya, dititip selama beberapa hari, dan saya harus merepotkan orang untuk mengantar saya mengambilnya ke sana. Oke sudah bisa digunakan, entah sudah saya apakan, laptop itu bermasalah lagi. Saya minta tolong ke teman untuk di cek akhirnya bagus, tapi penyakit lainnya muncul, sering mati sendiri. Saya menyerah dan meminta agar laptop itu di instal ulang saja. Itulah terakhir kalinya laptop saya bermasalah dan masih digunakan sampai sekarang. Sepertinya memang tergantung pemiliknya.

Februari, setelah masalah laptop selesai, saya mulai membuat proposal. Ditolak berkali-kali, tapi akhirnya disetujui. Saya seminar proposal akhir bulan Maret. Keesokan harinya, saya ikut demo untuk pertama dan terakhir kalinya selama kuliah. Seru juga! Pergi pagi pulang petang. Lemas. Hari selanjutnya berangkat ke Malino untuk survey lokasi kegiatan himpunan. Apapun, selalu ada waktu untuk yang satu ini. Penelitian bisa terlupakan untuk sementara.

April, memang tidak ada yang mudah. Tapi bukan berarti kita tidak bisa. Bahan penelitian saya ada yang harus dikirim dari Soppeng karena mudah mendapatkannya disana. Bangun pagi-pagi dan berangkat ke pasar agar mendapatkan bahan yang segar, sendirian, diantar oleh pete-pete. Ke kampus untuk mengeksekusi bahan tadi seputar pengolahan. Saya beberapa kali melakukan hal itu, terutama di laboratorium kampus yang membutuhkan waktu yang sangat panjang. Kadang jenuh menghampiri, tapi karena disana ada teman-teman yang berjuang dengan hal yang sama maka jenuh itu menguap seketika. Lelah, jangan ditanya.

Akhir juni, penelitian saya selesai. Waktunya olah data. Saya memilih pulang kampung dengan tujuan untuk istirahat sekaligus meminta tolong pada kakak saya untuk mengolah data. Ia menjelaskan dan saya tidak mengerti. Saya kembali dan meminta bantuan teman, saya masih belum mengerti, tapi setelah melalui proses yang panjang akhirnya selesai juga. Santai saja, jangan stres. Semua pasti selesai, asalkan tidak pernah berhenti. Kurangi aktivitas di dunia maya. Saya bahkan tak sekalipun memposting hal-hal yang berkaitan dengan ini. Hal besar yang kita lakukan tidak perlu diketahui dunia karena belum tentu mereka peduli dengan susah senang yang kita alami untuk itu. Mereka punya dunia sendiri.

Terlalu lama di pengolahan data, teman-teman saya wisuda lebih dulu. Dadaaaahhh......! Sedih? Tidak juga, justru semakin semangat. Tapi saya tidak mau seperti orang lain yang setengah hidup 'mengejar'. Saya paling tidak suka buru-buru, tergesa. Ingin mengatakan itulah kegagalan saya? Biarlah. Saya hanya tidak ingin seperti orang lain. Saya hanya ingin seperti saya, inilah saya, seperti ini.

Dengan penuh keyakinan dan keteguhan hati, saya dan beberapa teman, seminar hasil di awal Oktober. Menegangkan tapi lancar. Usaha kami mencari tandatangan dan mengantarkan undangan tidak sia-sia. Seminggu kemudian ujian meja. Upss... Hari-H, ujian datang lagi. Ketika bangun pagi, badan saya panas, mata merah dan suara serak. Pembimbing dan penguji tertawa karena saya tidak bisa mengontrol kecemasan saya. Untung nilainya A. Ingin rasanya berteriak ketika keluar dari ruang ujian. Siapapun yang saya temui ketika keluar ruangan, saya ucapkan terima kasih yang berlimpah karena wajah kalian jauh lebih menyenangkan daripada dosen hari itu. Hehehe

Tiba saatnya revisi berulang-ulang. Saya sempat kesulitan di pembuatan diagram dan penulisan daftar pustaka. Tapi karena penguji saya yang keren, masalah itu teratasi. Printer juga senang bekerja sama. Enam rangkap skripsi saya tercetak tanpa ada masalah. Tapi setelah wisuda, cartridge warnanya rusak. Sssttt...

November, kami yudisium. Dengan kemeja putih dan almamater merah. Keren. Bangga. Karena saya suka sekali dengan warna merah.

Saatnya untuk hal paling rempong dari sebelumnya, pengurusan berkas. Meminta tandatangan kesana-kemari, keliling fakultas, naik turun tangga. Dehidrasi! Tiba di akademik untuk pendaftaran wisuda ternyata sudah tutup. WOW!!! Tapi setelah beberapa hari, dibuka kembali karena masih banyak dari jurusan lain yang belum mendaftar. Selamat. Hampir saja kami wisuda periode selanjutnya. Anggap saja keberuntungan berpihak pada orang yang tidak pernah menyerah.

Waktunya bersenang-senang. Makan, karaoke, jalan-jalan. Habis uang! Hingga tiba hari-H, 26 Desember 2012. Hari ulang tahun seorang teman, peringatan tsunami, kami berkumpul di baruga AP Pettarani Unhas mengenakan toga. Menakjubkan! Saya berada diantara ratusan wisudawan dari semua fakultas. Tapi saya kurang menikmati karena harus ke toilet, antri!!!

Kesimpulan, sepanjang tahun 2012 adalah masa-masa sok sibuk saya. Terima kasih banyak atas perhatian dan bantuan yang diberikan.

Untuk yang sedang dalam masa-masa ini, selamat berjuang, jangan menyerah, pasti bisa. Tetap semangat dan teruslah tersenyum, di depan sana ada yang menunggumu.

^_<

You May Also Like

0 comments