Pernah 'Suka-sukaan' Sama Teman?

by - Februari 06, 2015

Pernah, waktu SMA. Hanya saya sih yang suka, dia tidak pernah tahu. Hihi.... Seiring dengan jalannya waktu, rasa suka itu hilang dengan sendirinya. Karena ternyata Ujian Akhir Nasional jauh lebih penting dipikirkan daripada perasaan sementara itu. Apalagi dia yang tidak tahu, untuk apa dipikirkan? Ya kan?? Meskipun waktu kuliah pernah merindukan sosoknya, tapi kan ada sosial media. Ah....masa-masa ababil. Haha

Suka sama teman sendiri? Hahaha....'tidak mungkin'. Eitss...jangan dianggap remeh. Apalagi cowok dan cewek yang bersahabat, dekat sekali. Nah, bisa saja benih-benih itu muncul dari persahabatan. Ingat kata Rahul di film Kuch-Kuch Hota Hai? "Cinta adalah persahabatan, persahabatan adalah cinta'. Tere Liye saja bilang kalau jodoh itu tidak jauh-jauh, kemungkinan teman dekat kita. Pernah juga ada seseorang yang mengatakan kepada saya bahwa TIDAK ADA persahabatan yang abadi antara cewek dan cowok. Saya sempat kaget karena mayoritas teman saya adalah laki-laki. Kan gawat kalau persahabatan kami hancur, kacau, hanya gara-gara itu. Apa? Suka? Cinta? Itu apa sih? Bisa dimakan? Haha

Kejadian seperti ini sebenarnya banyak. Hanya karena 'sok' melindungi 'persahabatan' yang membuat semua orang mengabaikan fakta itu. Padahal mereka tahu kalau itu banyak terjadi. Dimana-mana. Tidak sedikit orang yang memendam perasaannya hanya untuk menjaga 'persahabatan'. Dan menurut saya orang seperti inilah yang paling bodoh, tapi paling pantas mendapat penghargaan. Bodoh karena menyakiti perasaannya sendiri dan pantas mendapat penghargaan karena mengorbankan perasaannya untuk kepentingan orang lain (sahabatnya). Tidak egois.

Tidak ada yang salah. Benar-benar tidak ada. Perasaan itu anugerah Tuhan. Kita tidak pernah meminta bahkan tidak sempat untuk menolaknya. Dia datang begitu saja. Bagi saya, tentu itu bukan masalah. Membina sebuah hubungan dengan restu dari teman-teman adalah hal yang tidak bisa disepelekan. Karena jika ada masalah (yang pasti ada), pasti teman itulah yang menjadi 'tempat sampah' pertama.

Hanya saja, tingkah laku sebelum dan setelah 'resmi' itulah yang harus dijaga. Yang tadinya rajin kumpul-kumpul bersama, sekarang hanya pergi berdua. Yang tadinya bisa diajak kemana saja, sekarang tidak lagi karena dilarang 'anu'nya. Setiap ada kesempatan kumpul bersama, justru pamer kemesraan. Bagaimana ya perasaan teman yang lain? Itu boleh saja, tapi jangan di depan teman-teman. Ke tengah laut bila perlu, jika kalian hanya berdua.

Kasus seperti ini banyak, tak terhingga. Teman saya ada yang jadian, ada yang punya masalah rumit sekali, ada yang santai sekali. Tidak pernah terpikirkan untuk ikut campur urusan mereka. Bahagia? Susah? Sedih? Itu pilihan kalian.

Hanya jangan lupakan 'tempat sampah'mu. Karena bisa saja mereka lebih berharga daripada orang yang bersamamu sekarang.

Terima kasih sudah membaca.

You May Also Like

0 comments