Missing You Today
Cuaca hari ini cerah. Aku berjalan-jalan ke pantai dengan mengenakan kemeja
putih dan rok panjang navy. Rambut sebatas punggung yang hitam dan berkilau
kubiarkan tergerai, biarkan mereka bernapas. Aku berjalan menikmati kesendirian
akhir pekan setelah lepas dari kesibukan pekerjaan. Sore hari di tengah keramaian,
tapi isi kepalaku benar-benar sepi. Inilah ketenangan yang selalu kuidamkan. Namun
ketenangan itu mengingatkanku pada seseorang. Orang yang tidak lagi pernah
terlihat dalam bayangan mataku.
Lima tahun setelah kami berpisah, aku tidak pernah melihatnya lagi. Aku tidak
tahu kabarnya, sebenarnya tidak ingin tahu apapun lagi tentangnya. Karena itulah,
kesibukan yang tiada henti sangat membantu agar aku melupakannya. Mengalihkan fokus
agar tidak teringat lagi tentangnya.
Kau tahu apa yang terjadi setelah hari itu? Aku menangis, kelelahan hingga
tertidur. Keesokan hari aku bangun dan seperti disetel otomatis, otakku
langsung mengingatnya dan kembali menangis. Begitu terus selama beberapa hari
sebelum semangatku kembali normal dan melanjutkan hidup tanpa dirinya lagi dalam
hari-hariku.
Hari, bulan, tahun berlalu. Aku masih mengingatnya, tapi tidak sedih lagi
seperti dulu. Aku tidak pernah menjalin hubungan dengan siapapun, takut akan
mengalami sakit yang sama. Tapi kini aku sudah berubah, aku sudah bisa menerima
itu. Bahkan setelah ada kabar kalau dia ternyata sudah bertunangan. I’m fine.
Aku kuat, itulah yang aku pikir. Aku akan bersikap santai jika bertemu
dengannya, aku bahkan siap jika harus bertemu tunangannya. Tapi semakin memikirkan
itu semakin pertahananku runtuh. Aku merindukannya. Aku rindu ... padanya!
Di tengah keramaian ku usap dada, ada debaran keras yang terasa. Mataku menjadi
perih, kemudian kabur dan setetes air jatuh. Aku menangis lagi. Kali ini karena
merindukannya. Di hari yang cerah ini aku merindukan seseorang yang tidak
ditakdirkan untukku.
Aku tidak punya malu jika kukatakan ingin bertemu dengannya, hanya saja
saat ini aku ingin melihatnya. Sekali saja, kumohon. Dan permintaan itu semakin
menyakitkan karena jauh di dalam sana aku sadar, dia tidak akan datang.
Maaf, aku hanya sangat merindukannya.
Senja memerah, dia tahu ada yang sedang rindu. Itu aku.
#OneDayOnePost
#ODOPbatch5
#day9
![]() |
| Senja pun tahu, ada yang sedang disiksa rindu |


2 comments
Suck it
BalasHapusKeren
BalasHapus