Missing You Today

by - Januari 30, 2018

Cuaca hari ini cerah. Aku berjalan-jalan ke pantai dengan mengenakan kemeja putih dan rok panjang navy. Rambut sebatas punggung yang hitam dan berkilau kubiarkan tergerai, biarkan mereka bernapas. Aku berjalan menikmati kesendirian akhir pekan setelah lepas dari kesibukan pekerjaan. Sore hari di tengah keramaian, tapi isi kepalaku benar-benar sepi. Inilah ketenangan yang selalu kuidamkan. Namun ketenangan itu mengingatkanku pada seseorang. Orang yang tidak lagi pernah terlihat dalam bayangan mataku.

Lima tahun setelah kami berpisah, aku tidak pernah melihatnya lagi. Aku tidak tahu kabarnya, sebenarnya tidak ingin tahu apapun lagi tentangnya. Karena itulah, kesibukan yang tiada henti sangat membantu agar aku melupakannya. Mengalihkan fokus agar tidak teringat lagi tentangnya.

Kau tahu apa yang terjadi setelah hari itu? Aku menangis, kelelahan hingga tertidur. Keesokan hari aku bangun dan seperti disetel otomatis, otakku langsung mengingatnya dan kembali menangis. Begitu terus selama beberapa hari sebelum semangatku kembali normal dan melanjutkan hidup tanpa dirinya lagi dalam hari-hariku.

Hari, bulan, tahun berlalu. Aku masih mengingatnya, tapi tidak sedih lagi seperti dulu. Aku tidak pernah menjalin hubungan dengan siapapun, takut akan mengalami sakit yang sama. Tapi kini aku sudah berubah, aku sudah bisa menerima itu. Bahkan setelah ada kabar kalau dia ternyata sudah bertunangan. I’m fine.

Aku kuat, itulah yang aku pikir. Aku akan bersikap santai jika bertemu dengannya, aku bahkan siap jika harus bertemu tunangannya. Tapi semakin memikirkan itu semakin pertahananku runtuh. Aku merindukannya. Aku rindu ... padanya!

Di tengah keramaian ku usap dada, ada debaran keras yang terasa. Mataku menjadi perih, kemudian kabur dan setetes air jatuh. Aku menangis lagi. Kali ini karena merindukannya. Di hari yang cerah ini aku merindukan seseorang yang tidak ditakdirkan untukku.

Aku tidak punya malu jika kukatakan ingin bertemu dengannya, hanya saja saat ini aku ingin melihatnya. Sekali saja, kumohon. Dan permintaan itu semakin menyakitkan karena jauh di dalam sana aku sadar, dia tidak akan datang.

Maaf, aku hanya sangat merindukannya.

Senja memerah, dia tahu ada yang sedang rindu. Itu aku.

#OneDayOnePost
#ODOPbatch5

#day9

Senja pun tahu, ada yang sedang disiksa rindu

You May Also Like

2 comments