Dalam Perjalanan Menggapai Mimpi

by - Mei 04, 2016

Tidak satu pun orang di dunia yang ingin melepaskan mimpinya. Mendengarnya saja sudah membuat siapapun merasa sedih, apalagi orang yang mengalaminya. Lebih-lebih karena alasan yang tidak masuk akal, keadaan. Keadaanlah yang mengharuskanmu melepas impian itu, menyebalkan bukan?

Mimpi, cita-cita, harapan, keinginan, selama ini kita terus berusaha untuk membuatnya menjadi kenyataan. Apa salahnya dengan berjuang? Kadang memang merasa lelah tapi itu artinya kita sedang memperjuangkan sesuatu, bukan? Tidak tinggal diam dan mengeluh, itu sama sekali bukan sifat pejuang. Genggam terus mimpimu sampai kau berhasil membuatnya nyata!

Tapi bagaimana jika kaulah penyebab seseorang kehilangan mimpinya? Dari sebuah drama yang saya tonton beberapa waktu lalu, seorang pianis harus mengubur impiannya dalam-dalam karena tangannya terluka dan tidak bisa bermain piano lagi. Kabar buruknya lagi, itu terjadi karena melindungi sahabatnya yang ternyata tidak merasa bersalah sama sekali. Sebagai penonton, emosi saya terpancing. Bagaimana mungkin seorang yang katanya sahabat bisa seperti itu? Bukankah itu sama saja dengan menghancurkan kehidupan orang lain? Ah, saya tidak tahu bagaimana Tuhan menghukum orang seperti itu.

Impian yang mau setinggi apapun, bukanlah urusan orang lain, itu urusanmu. Jangan pedulikan kata orang yang mencibir, meremehkan, mereka tahu apa? Apakah hidup mereka sendiri sudah baik darimu? Tidak ada yang tahu itu. Kaupun belum tentu lebih baik dari mereka. Jadi jangan pernah ikut campur urusan orang lain, kecuali yang memang 'perlu'. Tahu bedanya kan? Kau sudah dewasa, pasti mengerti.

Kadang, orang yang terlihat baik di depanmu bisa saja menjadi orang paling buruk dibelakangmu. Jangan mudah percaya dengan orang-orang. Bagaimanapun caramu menggapai impian, jangan pernah menganggap remeh orang lain. Manusia tidak semuanya baik. Beberapa diantara mereka berusaha menjadi teman, dan bila sudah semakin dekat dia bisa memeluk kita dan menancapkan pisaunya lebih dalam. Berhati-hatilah. Untuk itu, jangan coba melukai hati orang lain atau membuatnya iri. Karena manusia hanyalah manusia, kita bisa berbuat salah kapan saja.

Hidup ini permainan. Kau tidak perlu menang dalam setiap pertarungan, cukup bertahan sampai akhir. Begitulah seharusnya seorang pejuang. Tidak menyerah apapun yang terjadi.
Semangat!!!!

You May Also Like

0 comments