My Wish List

by - Mei 25, 2016

Masih pagi, tapi pikiran sudah terbang ke sebuah tempat yang sangat dirindukan. Sebuah desa tempat saya melihat serpihan surga untuk pertama kali, berkat Himatepa. Desa Topidi, Malino, kab. Gowa, adalah sebuah pemukiman yang ramah penduduk, jauh dari keramaian, dan hebatnya disana ada jaringan telepon seluler. Keren!

Himatepa dulu punya kegiatan PPM (Pengabdian Pada Masyarakat), yang diadakan setiap satu periode kepengurusan. Sehari sebelum rombongan datang, ada tim yang berangkat lebih dulu (buser). Pernah saya masuk tim buser karena dibujuk oleh ketua angkatan, ketua himpunan, dan ketua panitia, juga steering. Coba beri satu cara untuk menolak. Baiklah, saya mengalah. Saya ikut dan kejadian lucu itu terjadi.

Setelah tiba di Topidi, kami menyebar membagikan undangan untuk warga agar datang di kegiatan kami. Awalnya lancar saja, tapi ketika di rumah terakhir, saya ditanya oleh pemilik rumah menggunakan bahasa Makassar! Blank! Saya tidak tahu harus mengatakan apa, saya menjawab menurut saya saja, tapi pemilik rumah bertanya ulang. Sumpah, ingin sekali saya menghilang dan menyeret teman saya ke sana. Sampai sekarang, saya belum tahu apa arti pertanyaan itu. Haha. Karena itu saya ingin sekali belajar bahasa Makassar.

Beberapa hari lagi, kembali ada kegiatan himpunan di Topidi. Ingin sekali ikut dan berkunjung ke sana. Tapi entahlah bisa atau tidak, banyak pertimbangan. Kalau saya tidak memikirkan pertimbangan itu, saya 100% pasti ikut.

Sebenarnya memang ada rencana ke sana sebelum puasa. Katanya Mama dan Tata mencari kami, anak-anak yang dulu sering ke sana. Semoga bisa ya? Kalau memang jadi, cerita saya pasti sangat panjang sepulang dari sana. Ke Topidi adalah salah satu keinginan kecil saya tahun ini.

You May Also Like

0 comments