Day 4 - First Sight

by - Januari 21, 2017

Tidak banyak yang tersisa dari ingatan saya tentangnya. Karena kami tidak pernah lagi bertemu. Pertemuan pertama kami di bawah langit senja. Cahaya matahari terbenam sangat indah sore itu, saya bahkan tidak menyadari kalau ada dia di sana. Setelah matahari sempurna tenggelam, saya ikut berkumpul bersama teman-teman dan dia juga ikut bergabung. Teman saya berbisik kalau dia namanya.... (sebut saja L). Saya pun mengangguk dan tersenyum. Hanya seperti itu, tidak ada yang istimewa. Kami tidak bersalaman atau saling memperkenalkan nama satu sama lain.

Pertama kali melihatnya, biasa saja. Hanya agak canggung karena dia laki-laki. Tapi kemudian dia tersenyum, oh God. Manis sekali. Hahaha. Saya suka menertawakan diri sendiri setiap mengingat itu. Entah bagaimana caranya kami bisa duduk berdekatan, dia menyapa dan hei....dia ramah dan sopan, juga lucu. Saya tidak pernah mendengarnya mengumpat atau menggertak, semua yang keluar dari mulutnya adalah suara rendah tanpa nada arogan sama sekali. Dia pria yang baik, pikir saya waktu itu. Itulah penilaian saya tentangnya di pertemuan pertama. Semoga dia tetap seperti itu, agar penilaian saya tidak berubah. Baik-baiklah di sana.

Kampus Fiksi writing challenge
#10DaysKF

You May Also Like

0 comments