Sekadar atau Sungguh-sungguh

by - Januari 01, 2017

Sekadar jatuh cinta atau sungguh-sungguh mencintai

Pagi pertama 2017. Saya membuka-buka akun jejaring sosial. Semua orang membahas tentang pergantian tahun dan pertambahan usia. Saya ada diantara mereka. Hehe...

Setelah scroll naik turun akhirnya mata saya terkunci pada sederet kalimat dari sebuah halaman yang saya sukai. "Sekadar jatuh cinta atau sungguh-sungguh mencintai?" Kalimat ini  membuat saya teringat sesuatu. Kata 'sekadar' dan 'sungguh-sungguh' tentu saja memiliki perbedaan yang sangat besar. Entah itu dari segi katanya saja atau makna dan penggunaannya pada kata lain.

Tapi karena mereka menempatkan kata 'cinta' dibelakangnya, maka pembahasan ini akan sedikit 'nyampah' karena sepertinya saya merasa sedang jatuh cinta. Tapi teman saya tidak percaya. Terus? Sepertinya memang sekadar jatuh cinta. Senang kalau melihat dan mendengar kabarnya. Kalau dia tidak ada, rasanya biasa saja. Apakah itu karena daya tarik visual yang dia miliki? Bisa saja. Ahhh.....artinya saya belum sungguh-sungguh mencintai. Belum!!!!

Bagaimana caranya agar bisa sungguh-sungguh dalam hal satu ini? Mungkin karena saya 'tidak peka' seperti yang teman-teman katakan. Haha....maaf. Siapapun nanti, pria yang bisa membuat saya mencintainya dengan sungguh-sungguh adalah orang yang sangat hebat. Tidak mudah membuat saya jatuh cinta. Dan saya yakin dia bukan orang biasa, dia pasti istimewa. Hai, calon jodoh, semoga tahun ini kita bertemu. Ini doa saya di hari pertama 2017

Tunjukkan dan katakan cintamu.
Selamat Tahun Baru ^^

You May Also Like

0 comments