Day 9 - Untuk Orang yang Kucintai, yang Mencintai Sahabatku

by - Januari 26, 2017

Diatas tanah yang mulai kering,
Kamis, 26 Januari 2017

Untuk :
Orang yang kucintai, yang mencintai sahabatku

Kuharap kamu membacanya saat di rumah, tidak akan baik jika ada yang menemanimu membaca ini.
Aku baru saja mengenalmu ketika sadar kalau kamu bukanlah orang biasa, beda dari kebanyakan orang. Polos, blak-blakan, dan senyum yang manis, adalah yang paling kusuka darimu. Hanya berbilang hari sejak kita berkenalan, kita sudah akrab. Makan, belanja, bahkan berkumpul bersama teman-teman. Perasaan itu pun muncul tanpa peringatan. Aku jatuh cinta, padamu.

Saat perasaan itu bermekaran dengan sempurna, kamu tiba-tiba mengatakan kalau kamu juga jatuh cinta, pada sahabatku! (dunia jahat sekali). Karena tidak ingin membuatmu pusing, jadi aku mengalah dan mengatakan kalau aku hanya menganggapmu teman, tidak lebih. Lagipula orang yang kamu cintai bukan orang lain, dia sahabatku. Kamu tersenyum. Jelas sekali kalau kamu sangat bahagia.

Aku bohong. Di dalam sini, hatiku hancur berkeping-keping. Sakit. Ini luka yang kesekian kali kurasakan karena sesuatu yang disebut cinta sepihak.

Tapi tidak masalah, kamu tidak perlu peduli dengan sakitku ini. Lagipula kulihat kalau sahabatku juga memiliki rasa yang sama padamu, aku harus bagaimana lagi? Aku ingin menghindar, tapi itu akan memperburuk keadaan. Sampai akhirnya kamu datang, bercerita tentangnya sambil menangis. Apa yang terjadi?

Dari ceritamu dapat kusimpulkan kalau perasaanmu digantung oleh sahabatku. Aku bertanya pada sahabatku dan hebatnya aku mendengar cerita yang berbeda. Siapa yang harus kupercaya? Bukan hanya satu kali, tapi kamu bercerita tentang hal itu berkali-kali. Perasaanmu disakiti berkali-kali olehnya, dan kamu masih bertahan? Dia belum menjadi siapa-siapamu. Pacar juga bukan! Jadi kukatakan, “Kamu bisa melupakannya?” dan matamu kembali mengabur, kamu menangis. Sebesar itukah rasa sayangmu padanya? Sampai tidak melihat aku yang selalu ada untukmu?

Karena tidak bisa berbohong lagi, malam itu di depan semua teman yang kita percaya aku jujur kalau aku mencintaimu. Raut wajahmu mengatakan kalau kamu tidak senang, juga tidak sedih. Ketahuilah, rasa sakitku lebih parah dari yang kamu rasakan. Karena orang yang kucintai, dilukai oleh sahabatku sendiri. Sementara sahabatku, aku juga menyayanginya. Aku tidak bisa membela siapapun.

Hingga seorang teman tanpa diduga menceritakan sebuah fakta yang sangat mustahil untuk kupercaya. Ternyata kalian memiliki rahasia  yang tidak kuketahui. Rahasia yang membuat kepercayaanku pada kalian musnah dalam sekejap. Aku menggeleng tidak percaya, tapi itu kenyataan. Kamu pasti mengerti yang kumaksud, aku tidak perlu mejelaskannya lagi. Beberapa orang yang tahu tentang ini menasehatiku agar tetap menemanimu agar mampu melewati semua ini, tapi yang lainnya mengatakan kalau semua itu sudah cukup, karena kalian berdua sudah menyakitiku. Bodoh namanya jika aku masih mengharapkanmu. Tapi bukankah cinta memang bodoh? Seseorang kembali berkata, “Sekarang sudah saatnya kamu menggunakan logika bukan lagi perasaan.”

Aku tidak akan menghindar. Aku tidak akan menjauh. Aku tidak akan berubah. Aku tidak akan membencimu. Aku akan tetap seperti sebelumnya. Tapi kamu harus tahu, aku sangat kecewa dan tidak akan pernah ada yang bisa mengembalikan semuanya seperti semula.

Dari
Orang yang mencintaimu, dulu.

You May Also Like

2 comments

  1. Duh nyesek banget mba 😭
    Intinya sih pilih aja apa yang terbaik menurut mba
    Visit dan review blog saya yaa http://kairistory96.blogspot.co.id/2017/01/letter-of-nostalgic-kampusfiksi-9th-day.html

    BalasHapus
  2. Aku bingung satu sisi aku mencintainya satu sisi lagi dia sahabatku tapi seteleh kucari tahu sendiri ternyata dia menyukai teman ku sendiri

    BalasHapus