Namamu Panggilan Sayang

by - Januari 11, 2017

Panggilan sayang. Pernah dengar itu? Pasti sering. Apalagi mereka yang sedang menjalin hubungan baik dengan seseorang. Apakah itu pacar, odo-odo, atau teman dan sahabat. Itulah pentingnya sebuah nama. Kita lahir dan diberi nama yang penuh doa dan harapan dari orang tua kita. Sudah seharusnya kita bersyukur dengan nama yang melekat pada kita dari lahir hingga detik ini.

Tapi bagi saya, kadang rasanya canggung jika harus menyebutkan nama saya sendiri. Bukan karena tidak pede karena nama saya cantik sekali - Ria Rahmadani. Saya hanya tidak tahu harus menyebut 'yang mana' karena nama panggilan saya banyak. Hahaha. Serius. Kalau dulu setiap tempat nama saya berbeda, sekarang hampir setiap orang memanggil saya dengan nama berbeda. Makanya jika ada yang memanggil saya dengan nama selain nama asli, saya sudah bisa menebak siapa itu.

Di rumah, saya dipanggil Emma. Tapi saudara-saudara saya yang aneh dan rese' itu sudah mulai memanggil saya dengan Iyemma. Entah motivasi mereka apa hingga memanggil saya dengan nama itu. Sekarang hanya tinggal ibu dan sepupu-sepupu yang memanggil dengan nama Emma. Untuk kalangan teman sekolah mereka memanggil dengan nama Ria. Itu secara umum, secara pribadi ada yang memanggil dengan nama Bonte, Ceba, Bon. Biasalah anak sekolah, pasti punya julukan. Dan untuk saya, nama itu berlaku hingga sekarang, dengan orang-orang berbeda tentu saja.

Bagi kalangan umum, saya memang dipanggil Ria. Tapi jika sudah dekat, nama itu berubah. Di kampus, teman-teman memanggil dengan nama Sparkling. Mau teman, senior, bahkan junior! Beberapa orang bahkan tidak kenal jika mengatakan Ria karena yang mereka kenal hanya Sparkling. Hah, nama kadang bisa merumitkan urusan. Tapi kadang juga lucu. Saya suka mendengar junior memanggil dengan sebutan kak Ria, terdengar normal dan bersahabat. Ada seorang teman yang memanggil saya Ria jelle' dan saya memanggilnya Monye'. Memang terdengar aneh dan tidak sopan, tapi kami menganggap itu panggilan sayang. Hahaha.

Dari teman sekolah dan kuliah, teman yang dikenal diluar kedua tempat itu lain lagi ceritanya. Saking akrabnya, kami bisa memanggil dengan nama apa saja. Yeb contohnya, dia memanggil dengan nama Elsa. Dari tokoh frozen. Hanya karena saya suka nama itu. Mungkin sekarang nama saya di hpnya masih Elsa. Namanya di hp saya juga, Yeb. Padahal dimanapun dia dikenal dengan nama Andy.

Selain Yeb, teman paling dekat yang namanya saya ubah, ada beberapa orang. Upi biasanya saya panggil Koch, Diera saya panggil Dir, Erma saya panggil Em, Mey saya panggil Cebae/Labaper. Nace saya panggil Nach, Andin saya panggil Smith, Masnah saya panggil Mas. Kenapa? Jujur, saya lebih suka nama panggilan yang singkat. Terutama yang hanya satu atau dua suku kata. Apalagi satu huruf. L misalnya. Hahaha...

Sebenarnya saya juga senang memberi orang nama. Saya suka mengubah nama orang lain sesuai dengan nama yang saya suka. Dan teman-teman saya adalah korban. Hebatnya mereka terima-terima saja, tanpa protes. Karena jika ada yang menyebut nama panggilan yang saya berikan, mereka langsung tahu kalau itu saya. Rasanya memang menyenangkan jika kamu memanggil seseorang yang hanya kamu yang tahu nama itu ditujukan untuk siapa.

Nama itu pemberian. Cap identitas yang paling penting. NAMA.
Kalau di saya berubah menjadi NAMA PANGGILAN.
Tidak merubah nama diatas ijazah, KTP, akta kelahiran, atau dokumen lainnya. Hanya nama panggilan, untuk memudahkan interaksi.
Sudah punya nama panggilan dari Sparkling? Anggap saja itu panggilan sayang.

You May Also Like

0 comments