Day 6 - Membanggakan yang Mereka Remehkan

by - Januari 23, 2017

MENULIS

Jika seluruh dunia bertanya apa hal yang kamu banggakan, saya akan menjawabnya 'menulis'. Semua orang bisa menulis, tapi hanya sedikit orang yang benar-benar menulis. Saya suka sekali menulis. Saat tidak bisa berkata-kata, saat bosan, saat bersemangat, saya lebih sering mengekspesikannya dengan menulis. Sebagai penulis amatiran, saya bebas menulis apa saja, menggunakan model tulisan apa saja, bercerita tentang apa saja, toh mereka tidak peduli.

DULU

Selama kuliah, saya sudah mempunyai blog, meskipun masih jarang posting tulisan. Beberapa orang meremehkan, "Untuk apa? Kenapa kamu suka melakukannya?", "Karena saya suka," itu jawaban yang saya berikan. Sedangkan yang lain tidak peduli. Saya juga tidak butuh kepedulian mereka, masih banyak pembaca diluar sana yang bahkan tidak mengenal saya. Intinya hanya satu, tulis hal yang bermanfaat.

Beberapa tahun kemudian, saya berhasil menerbitkan sebuah buku (Angle : kumpulan cerita). Apa yang terjadi? Alih-alih memuji, mereka justru semakin menjadi. "Mana bukumu? Saya butuh pengganjal lemari." Saya tertawa. Anggap itu sebagai pujian. Sedangkan yang sebelumnya tidak peduli, sekarang 'mengakui' kalau saya suka menulis bukan sakadar curhat. Dan bagi mereka yang sebelumnya meremehkan, saya merasa telah membungkam mulut mereka dengan hal yang telah saya lakukan. Menulis semakin menjadi hal menarik bagi saya, apalagi sekarang bukan hanya saya, tapi juga teman-teman di sekitar saya juga melakukannya.

Menulis itu menyenangkan!
Cobalah...

Beginilah tampilan buku pertama saya. Sederhana. Namun banyak hal yang membuatnya istimewa. Saya bangga karena menyukai dunia ini (menulis).

You May Also Like

0 comments