Tentang Seseorang yang Diharapkan

by - Januari 18, 2017

Berbicara tentang tipe kekasih idaman, age line saya bukan lagi usia untuk mendapatkan kekasih/pacar, tapi lebih dari itu. Sudah saatnya untuk memikirkan memiliki seorang pendamping hidup di dunia-akhirat, suami. Yap, saya belum menikah dan pertanyaan 'kapan nyusul' sudah sering bergentayangan dua tahun terakhir. Dulu saya tidak pernah mempermasalahkan itu karena saya merasa saat itu tidak ada laki-laki yang cocok dengan saya. "Nanti akan ada waktunya," begitu pemikiran saya selalu. Tapi belakangan, pertanyaan itu sudah mulai terdengar rese' dan menyebalkan, seolah mengejek. Bukan hanya saya yang merasakannya bukan? Tapi kalian juga. Dan pelakunya tidak lain adalah teman sendiri! Perfect!

Menikah itu bukan perkara mudah, begitu mau langsung jadi. Dan tentu kita ingin menikah dengan orang yang tepat, diwaktu yang tepat, dan cara yang tepat. Saya berharap bisa memenuhi poin pertama itu, orang yang tepat. Sama seperti orang lain, saya juga punya kriteria tentang orang yang diharapkan kelak menjadi jodoh saya. Terlalu muluk? Tidak. Ini seharusnya menjadi jaminan agar orang yang kita pilih, sudah tepat.

1. Rajin Ibadah

Jika dengan Tuhan saja dia lupa, bagaimana dengan kita? Selain itu, kita semua tahu hidup tidak selalu diatas, hidup tidak selalu datar, ada saatnya kita mengalami masa tersulit. Dan saat tidak memiliki keyakinan, saya yakin itu akan lebih rumit. Bukan sok alim, tapi jika dia bisa menjaga ibadahnya, maka dia pasti bisa menjaga keluarganya.

2. Menghormati Keluarganya

Seorang yang menyayangi keluarganya, tentu bisa menghormati orang lain. Saya selalu tersentuh dengan kebaikan jenis ini. Orang yang hormat dan menghargai semua orang adalah tipe manusia paling saya suka. Dengan kata lain, saya suka orang yang tidak mementingkan diri sendiri. Titik.

3. Cerdas

Pandai menggunakan seluruh anggota tubuhnya untuk melakukan hal bermanfaat. Mata untuk melihat yang baik-baik, telinga untuk mendengar yang perlu saja, mulut untuk bicara yang baik dan sopan. Semuanya atas kendali otak bukan? Makanya saya bilang, dia harus cerdas. Bukan tentang trigonometri atau metafisika dan sejenisnya, tapi lebih pada pengetahuan umum. Bertanggung jawab dan dewasa dalam bersikap, juga masuk dalam kategori cerdas versi saya.

Tiga hal itu adalah hal dasar yang sebaiknya dia punya. Jika tidak ibadah, suka melawan orang tua, mengumpat dan bicara kasar, black list. Saya yakin bukan hanya saya yang berpendapat demikian, tapi juga banyak orang diluar sana. Berikut adalah kriteria lain yang khusus menurut saya, karena ini ada kaitannya dengan sifat saya sendiri.

1. Tidak merokok

Ini harus menjadi penilaian pertama, karena saya tidak tahan asap rokok, batuk. Meskipun sekarang ada rokok elektrik (vape) tapi buat saya sama saja. Ada asapnya. Saya tidak suka dan tidak tahan dengan asap rokok. Baunya membuat pusing. Apalagi yang suka merokok ditempat umum, menurut saya itu adalah perbuatan tidak sopan.

2. Suka travelling

Karena saya suka bepergian, punya pasangan yang sama-sama suka bepergian akan sangat menarik. Entah itu naik gunung, menyeberang pulau, atau sekadar refreshing ke tempat wisata terdekat.

3. Humoris

Saya suka tertawa, bahkan untuk hal-hal kecil. Orang yang humoris bagi saya selalu menyenangkan. Saya orang yang mudah kesal, jadi seorang yang humoris memang sepertinya cocok dengan saya. Pandai mencairkan suasana.

4. Tidak harus suka, tapi harus mengerti kalau saya suka K-Pop

Untuk hal satu ini hukumnya wajib. Saya tahu banyak laki-laki yang tidak suka dengan k-pop. Tapi orang yang memang mengenal saya, pasti bisa menerima itu.

5. Menerima dan menyayangi apa adanya tanpa 'tapi' dan 'karena'

Tanpa 'tapi' dan 'karena' artinya tidak ada penjelasan. Sayang ya sayang.

Kira-kira seperti itulah kriteria pria yang saya harapkan menjadi pendamping hidup. Cukup sulit ya? Mungkin kita tidak jodoh... Hehe ^^~

You May Also Like

0 comments